*DAKWAH ITU . . . . . . . . . . . . .*

▫Dakwah itu membina, bukan menghina.

▫Dakwah itu mendidik, bukan ‘membidik’

▫Dakwah itu mengobati, bukan melukai.

▫Dakwah itu mengukuhkan, bukan meruntuhkan.

▫Dakwah itu saling menguatkan, bukan saling melemahkan.

▫Dakwah itu mengajak, bukan mengejek.

▫Dakwah itu menyejukkan, bukan memojokkan.

▫Dakwah itu mengajar, bukan menghajar.

▫Dakwah itu saling belajar, bukan saling bertengkar.

▫Dakwah itu menasehati, bukan mencaci maki.

▫Dakwah itu merangkul, bukan memukul.

▫Dakwah itu ngajak bersabar, bukan ngajak mencakar.

▫Dakwah itu argumentative, bukan provokatif.

▫Dakwah itu bergerak cepat, bukan sibuk berdebat.

▫Dakwah itu realistis, bukan fantastis.

▫Dakwah itu mencerdaskan, bukan membodohkan.

▫Dakwah itu menawarkan solusi, bukan mengumbar janji.

▫Dakwah itu berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan.

▫Dakwah itu menghadapi masyarakat, bukan membelakangi masyarakat.

▫Dakwah itu memperbarui masyarakat, bukan membuat masyarakat baru.

▫Dakwah itu mengatasi keadaan, bukan meratapi kenyataan.

▫Dakwah itu pandai memikat, bukan mahir mengumpat.

▫Dakwah itu menebar kebaikan, bukan mengorek kesalahan.

▫Dakwah itu menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari2 aib dan menyebarkannya.

▫Dakwah itu menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran.

▫Dakwah itu mendukung semua program kebaikan, bukan memunculkan keraguan.

▫Dakwah itu memberi senyum manis, bukan menjatuhkan vonis.

▫Dakwah itu berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat.

▫Dakwah itu menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan.

▫Dakwah itu kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran.

▫Dakwah itu siap menghadapi musuh, bukan selalu mencari musuh.

▫Dakwah itu mencari teman, bukan mencari lawan.

▫Dakwah itu melawan kesesatan, bukan mengotak atik kebenaran.

▫Dakwah itu asyik dalam kebersamaan, bukan bangga dengan kesendirian.

▫Dakwah itu menampung semua lapisan, bukan memecah belah persatuan.

▫Dakwah itu kita mengatakan: “aku cinta kamu”, bukan “aku benci kamu”

▫Dakwah itu kita mengatakan: “Mari bersama kami” bukan “Kamu harus ikut kami”.

▫Dakwah itu “Beaya Sendiri” bukan “Dibeayai/Disponsori”

▫Dakwah itu “Habis berapa ?” bukan “Dapat berapa ?”

▫Dakwah itu “Memanggil/Mendatangi” bukan “Dipanggil/Panggilan”

▫Dakwah itu “Saling Islah” bukan “Saling Salah”

▫Dakwah itu di masjid, di sekolah, di pasar, di kantor, di parlemen, di jalanan, hingga dimana saja, bukan hanya di pengajian.

▫Dakwah itu dengan “Cara Nabi” bukan dg “Cara Sendiri”

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s