MASIH (sebuah puisi dari Ihsan Septiadi)

Malam beranjak fajar
Menghentak sadar

Bangunkan mimpi sekejap
Berlalu, sudahlah biarkan saja..

Berinteraksi dengan sunyi
Merenungi 2 tahun lewat

Semua yang sudah dirasa
Syukur di kata jua laku sikap

Sesal kadang menyelinap
Damai diri yang menentramkan

Semua akan ada khilaf
Semua akan ada benar

Hitam putih menyelimuti
Gerak metamorfosis tanah liat menjadi maha karya, agung.

Masih, dalam titian jati diri.

Pontianak, 11/12/2015
03.14

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s